Semenjak kepergian mas Gery keluar
kota, hingga saat ini belum ada sedikitpun kabar darinya. Tak jarang prasangka
buruk tentangnya datang menghampiriku, namun prasangka-prasangka itu coba ku
tepis dengan melakukan banyak kegiatan diluar pekerjaanku sebagai journalis.
Berhubung Selly (anakku) sedang
tertidur, aku berinisiatif untuk membersihkan rumah. Mulai dari ruang tamu,
dapur hingga kamar kerja suamiku! Rasa sedih pun melanda, aku teringat akan
kenanganku bersama mas Gery. Mas Gery sangat suka menulis, hari-harinya pun
dihabiskan untuk menulis dikamar ini.
Sembari membersihkan meja kerjanya,
tanpa sengaja aku mendapati sebuah buku Diary miliknya. Karena penasaran jadi
kuputuskan untuk membacanya..
“Diary Sang Zombigaret”
Sulit rasanya mempercayai takdir yang
aku alami saat ini, Di diagnosa kanker paru oleh dokter sempat membuatku putus
asa dan ingin mengakhiri saja hidup ini.
-23 Desember 2003-
Hari ini aku akan menjalani
pemeriksaan lanjutan yang ke-4 untuk menentukan seberapa parahnya kanker paru
yang ku alami. Mulai dari CT-Scan, MRI, PET Scan tulang hingga melakukan
pemeriksaan tes CEA, SCC dan Cyfra 21-1 guna menunjang diagnosis sebelumnya.
Setelah melakukan semua pemeriksaan
hasilnya tetap saja Nihil, penumpukan cairan didada (Efusi Pleura) dan
penyebaran kanker pada organ tubuhku yang lain nampaknya semakin parah saja.
-26 Desember 2003-
Tanpa sadar aku terpingsan dirumah
saat hendak menuju ke rumah sakit, Itriku yang kala itu belum berangkat kerja,
dengan bergegas melarikan aku ke rumah sakit terdekat. 4 jam aku tak sadarkan
diri hingga akhirnya siuman, Istriku yang setia menemani disampingku tampak
sangat cemas, Ia begitu prihatin akan kondisiku saat itu.
-30 Desembar 2003-
5 hari setelah di rumah sakit, aku
diijinkan dokter untu beristirahat dirumah, namun aku tak boleh melakukan
banyak kegiatan.
Rena istri yang aku nikahi 2 tahun
silam, sama sekali tidak mengetahui akan penyakitku ini. Akupun tak berniat untuk
memberitahukan padanya!
Entah mengapa setiap pagi sehabis
bangun tidur aku jadi sering batuk, tak
jarang batuk yang kualami ini mengeluarkan darah. Aku semakin tidak bergairah,
nafsu makanpun berkurang karena tenggorokkanku sering sakit saat menelan
makanan. Kejadian ini terus berlanjut mengakibatkan berat badanku menurun.
Akupun pergi pada dokter yang biasa
menanganiku, Ia sangat terkejut dengan perubahan fisikku yang tampak lebih
kurus dari sebelumnya. Ia memeriksa semua organ-organ tubuhku, apakah masih
berfungsi dengan normal? “Ternyata tidak”
Dokter menganjurkan agar aku
secepatnya melakukan tindakan medis yakni Operasi disalah satu rumah sakit
ternama yang letaknya berada diluar kota.
Berbagai alasan kuberikan pada
istriku agar ia mengijinkan aku untuk keluar kota! Mulai dari mengurusi klien
hingga perjalanan dinas, Semua itu aku lakukan agar seolah-olah tidak terjadi
apa-apa denganku.
Hari berganti hari hingga dimana
waktu yang ditunggu akan tiba…
Besok tepat tanggal 16 Januari 2004
adalah hari yang sangat mendebarkan buatku. Sambil memandangi wajah istriku
yang sedang tertidur pulas, Aku menuliskan secarik surat kecil untuknya.
Dear_Rena
Semuanya terasa begitu berati kala
kujalani hari-hariku bersamamu..
Aku sangat merasa berdosa karena tak
jujur padamu sayang..
Sungguh semua ini aku lakukan karena
tak ingin engkau khawatir dan mengganggu kesehatanmu dan buah hati kita..
Jika esok engkau tidak mendapatiku
saat terbangun nanti, Ketahuilah aku pergi takkan lama..
Jaga dirmu dan buah hati kita
sayang..
-Gery-
Mamiii….mamiii dimana? “tangisan
Selly (anakku) yang terbangun menghentikan kegiatanku.
Mami disini sayang.. “sahutku dari
dalam kamar”
Kamu dengar suara anak kita kan mas?
Selly kini telah tumbuh menjadi anak
yang cantik dan pintar! Selly juga suka menulis, sama sepertimu mas…
Cepatlah pulang, Aku dan Selly sangat
merindukanmu..
“Emmmuuuaaaccchh” Kataku sambil mengecup
Diary milik mas Gery…
-THE END-

Tidak ada komentar:
Posting Komentar