Rabu, 14 Mei 2014

Diary Sang Zombigaret : Kepergian Mas Gery




Semenjak kepergian mas Gery keluar kota, hingga saat ini belum ada sedikitpun kabar darinya. Tak jarang prasangka buruk tentangnya datang menghampiriku, namun prasangka-prasangka itu coba ku tepis dengan melakukan banyak kegiatan diluar pekerjaanku sebagai journalis.

Berhubung Selly (anakku) sedang tertidur, aku berinisiatif untuk membersihkan rumah. Mulai dari ruang tamu, dapur hingga kamar kerja suamiku! Rasa sedih pun melanda, aku teringat akan kenanganku bersama mas Gery. Mas Gery sangat suka menulis, hari-harinya pun dihabiskan untuk menulis dikamar ini.
Sembari membersihkan meja kerjanya, tanpa sengaja aku mendapati sebuah buku Diary miliknya. Karena penasaran jadi kuputuskan untuk membacanya..

“Diary Sang Zombigaret”

Sulit rasanya mempercayai takdir yang aku alami saat ini, Di diagnosa kanker paru oleh dokter sempat membuatku putus asa dan ingin mengakhiri saja hidup ini.

-23 Desember 2003-
Hari ini aku akan menjalani pemeriksaan lanjutan yang ke-4 untuk menentukan seberapa parahnya kanker paru yang ku alami. Mulai dari CT-Scan, MRI, PET Scan tulang hingga melakukan pemeriksaan tes CEA, SCC dan Cyfra 21-1 guna menunjang diagnosis sebelumnya.

Setelah melakukan semua pemeriksaan hasilnya tetap saja Nihil, penumpukan cairan didada (Efusi Pleura) dan penyebaran kanker pada organ tubuhku yang lain nampaknya semakin parah saja.

-26 Desember 2003-
Tanpa sadar aku terpingsan dirumah saat hendak menuju ke rumah sakit, Itriku yang kala itu belum berangkat kerja, dengan bergegas melarikan aku ke rumah sakit terdekat. 4 jam aku tak sadarkan diri hingga akhirnya siuman, Istriku yang setia menemani disampingku tampak sangat cemas, Ia begitu prihatin akan kondisiku saat itu.

-30 Desembar 2003-
5 hari setelah di rumah sakit, aku diijinkan dokter untu beristirahat dirumah, namun aku tak boleh melakukan banyak kegiatan.

Rena istri yang aku nikahi 2 tahun silam, sama sekali tidak mengetahui akan penyakitku ini. Akupun tak berniat untuk memberitahukan padanya!

Entah mengapa setiap pagi sehabis bangun tidur  aku jadi sering batuk, tak jarang batuk yang kualami ini mengeluarkan darah. Aku semakin tidak bergairah, nafsu makanpun berkurang karena tenggorokkanku sering sakit saat menelan makanan. Kejadian ini terus berlanjut mengakibatkan berat badanku menurun.
Akupun pergi pada dokter yang biasa menanganiku, Ia sangat terkejut dengan perubahan fisikku yang tampak lebih kurus dari sebelumnya. Ia memeriksa semua organ-organ tubuhku, apakah masih berfungsi dengan normal? “Ternyata tidak”

Dokter menganjurkan agar aku secepatnya melakukan tindakan medis yakni Operasi disalah satu rumah sakit ternama yang letaknya berada diluar kota.

Berbagai alasan kuberikan pada istriku agar ia mengijinkan aku untuk keluar kota! Mulai dari mengurusi klien hingga perjalanan dinas, Semua itu aku lakukan agar seolah-olah tidak terjadi apa-apa denganku.

Hari berganti hari hingga dimana waktu yang ditunggu akan tiba…

Besok tepat tanggal 16 Januari 2004 adalah hari yang sangat mendebarkan buatku. Sambil memandangi wajah istriku yang sedang tertidur pulas, Aku menuliskan secarik surat kecil untuknya.

Dear_Rena

Semuanya terasa begitu berati kala kujalani hari-hariku bersamamu..
Aku sangat merasa berdosa karena tak jujur padamu sayang..

Sungguh semua ini aku lakukan karena tak ingin engkau khawatir dan mengganggu kesehatanmu dan buah hati kita..

Jika esok engkau tidak mendapatiku saat terbangun nanti, Ketahuilah aku pergi takkan lama..
Jaga dirmu dan buah hati kita sayang..

-Gery-

Mamiii….mamiii dimana? “tangisan Selly (anakku) yang terbangun menghentikan kegiatanku.

Mami disini sayang.. “sahutku dari dalam kamar”

Kamu dengar suara anak kita kan mas?

Selly kini telah tumbuh menjadi anak yang cantik dan pintar! Selly juga suka menulis, sama sepertimu mas…
Cepatlah pulang, Aku dan Selly sangat merindukanmu..
“Emmmuuuaaaccchh” Kataku sambil mengecup Diary milik mas Gery…

-THE END-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar