Diary Sang Zombigaret : Sesalku Si Ahli Hisap
Dulu setiap waktu, tak pernah ku lewatkan
hari-hariku dengan kekasih hatiku si Garet yang menurutku lebih lezat
dari apapun. Lebih berharga dari hidupku, lebih aku sanjung melebihi
kekasihku . Setiap hembusan asap yang keluar dari sebatang garet itu
seperti menjadi suapan nutrisi untukku. Sampai-sampai semua temanku
menyebutku si Ahli Hisap.
Karena setiap detik waktu yang kulakukan selalu bersamanya, menghisapnya dengan penuh kenikmatan, menghembuskannya dengan penuh nafsu. Oh aku sungguh tidak sanggup hidup tanpanya. Bila tak aku hisap sedetik saja asap-asap dari Garet itu, tubuhku terasa lesu dan kelu. Hatiku sesak dan marah. Mulutku terasa pahit, sangat merindukan dirinya yang begitu manis melebihi gula bagiku. Setiap ada saudara atau teman mengingatkanku akan efek buruknya barang itu, aku hanya berkata halahhhh....nyatanya aku RAPOPO.
Kalian tidak mengerti bagaimana hubunganku dengannya, di saat aku sedih
dia selalu ada, di saat aku bahagia dia selalu ada. Walaupun aku harus
kerja siang dan malam, tak mengapa asal aku bisa membelinya dan
merasakan sensasi asap-asap yang keluar dari setiap celah tembakaunya,
yang berhembus melewati mulut, dan merasuk ke rongga-rongga dadaku.
Walaupun sesak tapi semua terasa nikmat bagiku.
Kini setelah waktu berlalu, lama kelamaan dadaku semakin sesak dan sakit
luar biasa, tubuhku lunglai, tubuhku seperti mayat hidup, seperti
Zombi, kurus dan pucat, setiap aku batuk, darah segar mengalir dari
mulutku. Kanker paru-paru telah menggerogotiku, barang yang aku puja dan
aku paling cinta ternyata menusukku, menyakitiku, dan mendekatkanku
dengan kematian.
Penyesalan sudah tak berguna lagi, kini untuk dudukpun aku tak mampu,
tubuhku seperti Zombi yang tidak pernah makan, kurus kering kerontang
tak bersisa daging disana, hanya kulit dan tulang-tulangku. Tak bisa
lagi aku membanggakan diri dengan berkata RAPOPO pada saudara dan
teman-temanku karena kebiasaanku. Kini aku hanya bisa berkata "AKU
SEKARAT...!!!!". Dan mungkin kini si Garet penghianat itu menertawakanku
dalam kesakitanku.
Kini aku meminta kepadamu, Jangan !, jangan sekali kali kau sekali-kali
menyentuh barang haram yang bernama Garet itu, dia hanya candu manis
yang mengkhianatimu. Seperti saat ini dia mengkhianatiku, meninggalkan
derita yang entah kapan bisa berakhir dan berujung...!
![]() |
| Gambar pinjam dari google |
Penyesalan tinggal penyesalan, penyesalan yang sangat dalam dariku, si Ahli Hisap yang dulu bangga dengan julukan itu. Tapi kini aku hanya menunggu hidupku berakhir dan bertemu Sang Ahli Hisab Amal kebaikan yang seseungguhnya. Si Zombigaretlah sekarang julukan yang pantas untukku yang kini memang hidup seperti Zombi, yang hidup enggan mati tak mau, yang tinggal tulang belulang berbalut kulit dan bermuka pucat tanpa tenaga.
Sesal sesal dan sesal, jika kamu semua membaca didiaryku ini, bisa kau jadikan pembelajaran untuk terus menjadi Ahli Hisap Garet sepertiku atau meninggalkannya dan menjadi manusia sehat dan hidup bahagia dalam kesehatan yang begitu sangat berharga...!
sumber: http://lavendergrass.blogspot.com/2014/04/diary-sang-zombigaret-sesalku-si-ahli.html


Tidak ada komentar:
Posting Komentar